Randomisasi Dini Hari


Sebuah kamar paling depan, dengan dua jendela yang menghadap ke jalan, di dekatnya terdapat meja kemudian laptop diatasnya. Adapun kursi menyertai kehadiran meja dikamar tersebut, disitulah saya sekarang, lebih tepatnya sedang menulis ini. Belakangan fisik ini kurang bersahabat, heran saya, padahal hari Рhari berlangsung secara konstan (sudah terotomatisasi) dan tidak ada hal berat apapun, mungkin karena cuacanya.

Cuaca belakangan ini membuat jenuh. Gimana ndak jenuh, jam 12 siang awan kelam berkumpul diatas rumah, selang beberapa waktu berikutnya petir menyalak lalu byur!! hujan mengguyur. Ndak sehari dua hari, tapi sudah beberapa minggu ini seperti itu. Saya yang notabene kuliah di siang hari jadi mager dibawah selimut walhasil jadi titip absen sama kawan kelas.

Jam setengah empat dini hari ini saya berencana melanjutkan tulisan saya untuk menanggapi aksi heroik tempo lalu di Jakarta, tapi entah kenapa malah tertarik ngisi rubrik random ini mungkin karena yang dibahas kelewatan banyak. Belakangan ini kondisi dunia maya di genggaman saya lagi panas – panasnya. Mulai dari Ahok yang jadi tersangka tapi malah seneng, Buni Yani jadi tersangka minta dukungan, SBY ngarep diundang pakpres dan masih banyak lagi itu semua jadi penuh di long therm memory saya manggil – manggil buat dibikin tulisan sampai bingung harus dimulai darimana.

Berbicara soal tulisan, tadi sore saya bertemu sama lik Billy. Saya mengobrol mengenai banyak hal hingga pada akhirnya ada gagasan menarik yang tercipta. Saya diijinken menyetak leaflet yang saya bikin sendiri berisi opini saya selama periode tertentu. Girang bukan main ya to, ini kesempatan untuk menularkan gagasan dan keresahan praktis yang ada kepada semua orang he he he.

Berhubung sudah adzan shubuh saya sudahi dulu kerandoman ini, tak lupa saya ingatken bagi yang beragama untuk berdoa untuk negeri, ben ndak kuwalat lek jare wong sepuh.