The Missing link G30S


Sjam Kamaruzzaman bekerja untuk siapa?

Penulis : Agung Dwi Hartanto

Penerbit : Narasi

Barangkali anda sudah mengetahui peristiwa G30S atau yang biasa disebut dengan gestapu. Peristiwa penculikan tujuh jenderal oleh mereka yang mengklaim dirinya akan menyelamatkan negara dari coup dewan jenderal. Dalam pelajaran sejarah dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, diceritakan gerakan tersebut dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia namun apakah benar seperti itu? Mengingat masih banyak yang abu – abu dari peristiwa tersebut, lebih – lebih si pembuat peristiwa tersebut dari rezim orba.

Buku ini mencoba mengulik salah satu tokoh penting dari PKI, Sjam Kamaruzzaman. Sjam adalah orang di departemen organisasi PKI yang kemudian di era Aidit diganti nama menjadi Biro Chusus (BC). Biro Chusus adalah kelompok khusus yang wewenangnya ada di bawah Aidit langsung dan sifatnya rahasia. BC diciptakan untuk menciptakan kader dan memata – matai lawan politik. Di era orde lama intel memang bukan hal yang asing dalam organisasi. Kelak BC ini pulalah yang mensetting peristiwa G30S. Perlu diketahui Aidit merupakan ketua Central Comite (CC) PKI, bersama Lukman, Sudisman dan Njoto di jajaranya. Bersama BC, Sjam menghimpun kekuatan termasuk merekrut petinggi – petinggi TNI AD dan sebagian AU yang progresif revolusioner.

Sjam dilahirkan di Tuban tahun 1924 dan berdarah arab. Sepak terjang Sjam dimulai saat dia berpindah kota menuju Yogyakarta, disana berlatih militer dan kelak bertemu dengan Soeharto atas prestasinya melawan Jepang disana. Selain Soeharto, Sjam juga kenal dengan Wikana dan Sjahrir di Yogyakarta dan mendatangi Pesindo serta PAI. Kelebihan Sjam adalah dirinya bisa diterima di berbagai organisasi dan perkumpulan politik karena Sjam tahu apa saja. Awal bertemu Aidit ketika Sjam menjadi informan Moedigdio, beliau merupakan mertua Aidit dan masih setrah dengan R.A. Kartini. Setelah peristiwa Madiun 48 PKI dan kelompok kiri lainnya kocar – kacir. Moedigdio ditangkap dan dihukum mati. Sjam membantu pelarian Aidit, konon kisah Aidit berada di Vietnam ketika peristiwa Madiun 48 adalah skenario Sjam.

Atas jasanya menyelamatkan Aidit dan keluarganya, Aidit mengajak Sjam untuk bergabung dalam PKI. Tahun 1951 terjadi revitalisasi besar – besaran, Aidit berhasil mengonsolidasi generasi muda PKI dan merebut partai dari kalangan tua, ini merupakan PKI era baru. Di tangan Aidit, PKI berhasil menjelma menjadi partai elit. Kader – kader partai berhasil menduduki jabatan strategis di pemerintahan, PKI menjadi partai yang diperhitungkan. Sampai pada akhirnya isu dewan jenderal merebak, PKI menjadi salah satu khawatir. Kesehatan Soekarno yang kala itu sedang menurun, ditambah Jenderal Yani yang semakin dekat dengan Amerika semakin menguatkan bakal terjadi coup oleh dewan jenderal. Otak cemerlang Sjam dan segala informasinya membuat G30S pun terjadi. Aidit yang kala itu menjabat sebagai ketua CC PKI pun menyerahkan segala sesuatunya kepada Sjam. Sjam pun menjadi otak gerakan 30 september dibantu perwira – perwira progresif yang tidak pro dengan Jenderal Yani.

Dalam buku ini Sjam dianggap sebagai saksi kunci peristiwa berdarah tersebut. keterangan Sjam seharusnya bisa menyambungkan mata rantai yang terputus sampai sekarang. jalan cerita dalam buku ini begitu menarik dan memaparkan fakta yang ada dari berbagai sumber. Sjam dikenal dekat oleh Soeharto, Sjam kenal dengan Sjahrir, Sjam pernah bekerja dengan orang Amerika, bahkan Sjam pernah berada pada satu tempat dengan Soekarno. Siapa sebenarnya Sjam? sampai informasinya di sidang mahkamah militer luar biasa bisa menyeret siapapun untuk dihukum mati. Sejauh apa keterlibatan Sjam pada G30S? sampai kematiannya harus ditunda sampai sekian puluh tahun. bahkan Kolonel Abdul Latief, salah satu hasil kaderisasi BC yang terlibat dalam G30S melihat Sjam masih hidup di tahun 1990. Ada pula yang bilang bahwa Sjam kebal peluru sehingga diistimewakan saat dalam tahanan.

Dan yang paling penting, Sjam bekerja untuk siapa?