Danur


By true story

Sudah lama saya tak menonton film bergenre horor di bioskop, sampai pada akhirnya tertarik dengan film horor Indonesia yang berjudul Danur. Tepat tanggal 30 Maret film tersebut tayang perdana di bioskop dan berangkatlah saya untuk menontonnya. Wait? Selamat hari film Indonesia, saya bersyukur merayakannya dengan menonton karya lokal yang cukup bagus (ini penilaian amatir). 

Danur yang artinya bau mayat disadur dari novel karangan Risa Saraswati, sebuah novel berdasarkan pengalaman pribadi penulis yang dialaminya. Jadi ceritanya Risa bisa melihat hantu sedari kecil, kemudian pengalamannya dikisahkan dalam novelnya. 

Risa kecil hidup sendiri di rumahnya. Tak sendiri juga sebenarnya, ia tinggal bersama ibunya dan pembantunya, ayahnya berada di luar negeri yang hanya beberapa kali pulang. Ibunya bekerja dan hampir setiap hari pulang larut malam sehingga Risa kecil hidup sendiri setiap hari. Sampai pada suatu hari ketika Risa kecil berulang tahun ke 8, Risa kecil merayakannya sendiri dan berdoa agar ia punya teman di umur barunya. 

Sepertinya doanya terdengar, beberapa saat kemudian terdengar sosok lebih dari satu berlari di lantai atas. Merekalah yang bernama Jansen, Peter dan Wiliam. Hantu yang bisa dilihat Risa dan menjadi sahabatnya sampai besar. Namun perjalanannya tidak seindah yang dikira, Risa sempat shock begitu tahu mereka ternyata hantu dan dibukakan matanya  dan melihat wujud mereka yang sebenarnya oleh paranormal yang diajak ibunya untuk mengobati Risa. Hingga akhirnya mereka tidak menghuni rumah itu lagi. 

Ketika Risa beranjak remaja, ia kembali datang ke rumah itu bersama Riri adiknya. Ia akan merawat neneknya yang sedang sakit untuk sementara waktu karena suster yang baru belum didapat. Tinggallah Risa bersama adik dan neneknya di rumah lamanya. Risa yang tidak terbiasa bermain adiknya, suatu ketika membiarkan adiknya pergi bermain keluar rumah. Riri bermain di sebuah pohon tua dan menemukan sebuah sisir disana. Dan siapa sangka sisir tersebut membawa hantu jahat ke dalam rumahnya yang tak disadari oleh Riri dan Risa, mereka menyangka hantu tersebut adalah suster baru yang dikirim oleh ibunya. 

Film ini begitu menarik karena berdasar kisah nyata. Selain mbak Prilly yang memerankan Risa saat remaja yang cantik, horor yang begitu kental dan fokus cerita yang jelas tanpa embel embel porno menjadi kelebihan film ini. Tidak hanya mbak Prilly saja, yang memerankan Jansen, Peter dan William juga sangat mengagumkan. 

Saya pikir tidak ada salahnya anda menonton film ini. Ini film bagus, dan mungkin saja bagi anda yang menganggap film Indonesia tidak lebib baik daripada film luar negeri pun berubah. 🙂

Salam, 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s